Modifikasi Honda Jazz SQ

 Langkah untuk meng-upgrade sistem audio mobil Honda Jazz yang menjurus ke arah Sound Quality (SQ) dikerjakan dengan serius, pasalnya perangkat yang medukung didalamnya memasuki kelas High End, dimana proses instalasi harus tepat agar menghasilkan suara yang benar dan nyaman.





“saya awalnya ingin hiburan didalam mobil ini enak dinikmati, tapi waktu ada perhelatan Bosmobil MSF 2014 di kota Medan tahun lalu saya ikutan turun dengan mobil ini, dan puas deh dengan beragam prestasi yang telah diraih.”, tutur Johanes selaku pemilik mobil.

 

Musim Kontes Audio 2015 Telah Tiba, Ini Jadwalnya

Musim Kontes Audio 2015 Telah Tiba, Ini Jadwalnya



“Agenda tahun ini kami persiapkan Jakarta (Maret), Medan (April), Bandung (Mei), Jogjakarta (Juni),Kalimantan (Juni), Pekan Baru (Agustus), Kendari (September), Makassar (September),Surabaya (Oktober), Bali ( Oktober), Tangerang (November), Medan (November), Solo (Desember),Jakarta Final (Maret 2016)
Pada 14-15 Feb (KoKas – Jakarta), 28 Feb-1 Mar (Sahid – Pekalongan), 7-8 Mar (MGK Kemayoran –Jakarta), 21-22 Mar (SSCC – Surabaya), 4-5 Apr (Horison – Bekasi), 11-12 Apr (Graha Wangsa – Lampung), 18-19 Apr (BSD Junction – Tangsel), 2-3 Mei (GCM – Cirebon), 9-10 Mei (JEC – Jogja), 16-17 Mei (Miko Mall – Bandung), 23-24 Mei (D Mall – Depok), 8-9 Agust (SHC – Bali), 15-16 Agust (MX Mal – Malang), 22-23 Agust (PRPP – Semarang), 5-6 Sept (Ekalokasari – Bogor), 12-13 Sept (Metropolis Mall – Tangerang), 19-20 Sept (Hartono Mall – Solo), 28-29 Nov (Ancol – Jakarta).

Mobile Sound Festival 2015

Mobile Sound Festival 2015
Perhelatan Bosmobil Mobile Sound Festival 2015 akan kembali di gelar, kali ini kegiatan yang berbasis kompetisi car audio makin melebarkan konsep dengan menggabung beragam asosiasi car audio dunia  dalam satu event seperti EASCA, EMMA, AYA dan DB Drag Racing. Hal ini untuk menjadi wadah para penghobi car audio tanah air untuk mengekspresikan hasil karya mereka dalam bentuk barometer kompetisi  beragam regulasi internasional car audio dengan mengusung tema Save Our Hobby.



Range Rover Vogue StarTech, Cuma Ada 1 Di Indonesia

Range Rover Vogue StarTech, Cuma Ada 1 Di Indonesia
Memiliki kendaraan yang lain daripada yang lain memang sebuah kebanggaan. Maka tidak heran bila banyak orang susah payah pun memodifikasi kendaraan mereka agar dapat tampil berbeda dengan kendaraan yang lain.


 Untuk itulah, dealer CBU Autobless menghadirkan kendaraan yang sudah selesai dimodifikasi oleh perusahaan modifikasi di luar negeri guna menghadirkan mobil yang eksklusif di Indonesia. Tak ayal, mobil ini pun diklaim menjadi satu-satunya di Indonesia. Lantas, apa mobil tersebut?


 “Mobilnya adalah Range Rover Vogue StarTech. Mobil ini baru ada 1 di Indonesia dan hanya ada di dealer kami, Autobless,” ungkap Jonathan, Manager Autobless saat ditemui BosMobil.com. “Mobil ini telah mendapat modifikasi dari StarTech sehingga penampilannya menjadi lebih apik,” tambahnya.


Mobil yang dibanderol dengan harga Rp. 4,750 miliar ini memiliki beberapa fitur yang berbeda jika dibandikan dengan versi aslinya. Diantaranya adalah disematkan StarTech Sport Package Bumpers, StarTech 23" Rims, StarTech Accessories dan StarTech Tuned Engine.
Berminat dengan Range Rover Vogue StarTech ini? Silahkan langsung sambangi AutoBless di Bursa Otomotif Sunter, Jl. Yos Sudarso Kav. 87-88, Jakarta Utara. Atau hubungi nomor 021-29450943 untuk keterangan lebih lengkap.

Mitsubishi Outlander Sport - Lets Go Out n Play


- Pelesiran 'ngga' harus selalu kepantai, dan kali ini tim Autorevo membawa SUV bergenre crossover Mitsubishi terbaru, Outlander Sport ke bumi Parahyangan - Bandung. Tujuannya pun cukup mudah, mejelajah di kawasan hutan pinus Cikole tepat berada di bawah kaki Gunung Tangkuban Perahu sampai menelusur ke Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Tapi bukan wisata ini yang menjadi objek utama melainkan pengujian kami terhadap Outlander Sport tipe PX yang diklaim lebih sempurna setelah mendapat improvement beberapa waktu lalu.
Tak butuh waktu lama untuk merasakan sisi performanya, saat melintas di jalur Cipularang dalam keadaan lenggang pedal gas kami injak dalam-dalem guna merasakan power yang dihasilkan dari mesin 2.0L-nya. Alhasil tenaganya spontan keluar yang mendorongnya melesat lebih cepat. Saat melibas jalur berliku penuh dengan tanjakan seakan nafasnya tak putus-putus meski efek limbung masih sedikit terasa ketikan bermanuver, hal ini cukup wajar bila melihat tinggi dari ground clearancenya.
Sedikit membahas dengan ubahan yang terjadi pada Outlander Sport facelift ini. Dari segi tampilan meski tetap memancarkan aura sporty, tapi bila diperhatiakn sedikit berkurang akibat desain gril yang tak menganut ala honeycomb. Sedangkan disektor belakang juga terjadi ubahan kecil pada desain bumpernya yang juga telah ditemani dengan sensor parking sebagai penunjang keselamatan. 
Ruang interior juga mendapat sentuhan baru, lebih mengarah ke sisi comfort penumpang belakang dengan menghadirkan sistem reclining yang mampu membuat jok rebah sekitar 6 derajat dan memberikan kenyamanan baru untuk para penumpangnya, sedangkan pembaruan lain datang dari settingan pada sektor transmisi yang diklaim lebih padat ketika berada di putaran atas. Hal ini sudah redaksi rasakan sendiri ketika membesutnya di ruas Tol Cipularang tadi.
Masuk ke kota bandung dan langsung mengarah ke kawasan Lembang. Dengan dimensi yang kompak Outlander juga cukup asik diajak sedikit selap-selip, apalagi didukung teknologi Electronic Power Steering yang membuat lingkar kemudi asik diajak bermanuver. Satu jam perjalanan, kami sudah masuk kawasan Lembang, ditemani dengna kabut tipis yang muali turun menjelang siang hari. Setelah masuk kawasan Hutan Pinus Cikole yang ada di bawah kaki Gunung Tangkuban Perahu, kami memutuskan untuk berhenti sejenak menikmati udara sejuk dan segar sebelum akhirnya meneruskan perjalanan.
Sebelum melanjutkan perjalanan, selubung panoramic roof yang membentang panjang diatap sengaja kami buka agar lebih bisa menikmati alam disini. Lagi-lagi jalur berkelok harus kami hadapai, tapi hal ini tidak menjadi halangan berat begitu juga saat menanjak ringan disana. Rintik hujan yang mulai turun pun turut menambah suasan dingin ketika kami masuk kekawasan kebun teh. 
Disini bukan lagi medan aspal yang kami hadapi melainkan tanah berbatu serta genangan air yang menjadi santapan Outlander. Keindahan kebun teh yang dikelilingi bukit-bukit indah menjadi sajian utama pemanja mata yang dapat sedikit menghibur rasa lelah setelah berhari-hari dipenatkan dengan rutinitas pekerjaan. Disini kembali kami menguji tarikan dari performa mesin 1.998 cc 4-silinder dengan teknologi katup variabel MIVEC yang dikawinkan transmisi CVT dengan teknologi INVECS III sekligus suspensinya.
Tak ada masalah dengan performa, jalan berbatu dan sedikit terjal masih sanggup untuk dilahapnya. Settingan suspensi baru memang cukup pas ketika membesutnya dijalan mulus dan lurus, tapi saat melintasi medan grevel dan sedikit 'bumpy' bantingan mengorbankan sedikit kenyamanannya karena cukup terasa hingga dalam kabin. 
Puas bermain hujan di kebun teh, giliran menelusuri perjalanan berikutnya menuju Waduk Jaitluhur - Purwakarta. Ups, kali tak lagi kami masuk ke jalan Tol melainkan memilih melintasi jalan biasa dengan mengandalakan navigasi yang ada pada Outlander sekaligus menguji keakuratannya. Estimasi waktu tempuh selama satu setengah jam pun sukses kami tembus meski sedikit mengalami masalah akibat kemacetan yang terjadi dibeberapa ruas karena rusaknya jembatan yang merupakan jalur utama.
Masuk ke kawasan Jatiluhur, untuk masuk dekat dengan bibir waduk kami dihadapkan dengan lumpur dangkal akibat hujan. Meski sedikit selip tapi lagi-lagi hal ini bukan menjadi masalah berarti, dan si Mitsubishi Outlander Sport pun sukses sandar mendekati pingir waduk yang disuguhi keindahan alam sekitar. 
Overall, Outlander facelift yang dibandrol sebesar Rp 344 juta on the road Jakarta ini ternyata cukup memberikan kepuasan tersediri untuk kami. Bukan hanya dari segi sensasi berkendara dan perforam saja, kebolehanya melahap beragam medan pun patut untuk diacungi jempol selain dari sisi konsumsi bahan bakarnya yang masih bersahabat. Total keseluruhan komsumsi bahan bakar sejak perjalanan awal sampai ke tujuan angka MID menunjukan 13.4 km/l.
stanly

Mengenal Fungsi Fitur AHO pada Motor Honda

Baru-baru ini beberapa dari konsumen kami sempat mengeluhkan adanya fitur lampu utama pada motor Honda produksi terbaru yang cenderung menyala terus menerus secara otomatis.
Hal ini sebenarnya dilakukan oleh para produsen motor di Indonesia termasuk PT AHM, guna mendukung Safety Riding program sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 107 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatakan bahwa: “Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.”
Bahkan untuk negara di kawasan Eropa, kebijakan serupa tentang AHO telah diberlakukan sejak 17 Juni 2003 (ACEM Commitment, Brussels, 20 Juli 2001).

Pengertian Fitur AHO

Fitur AHO (Automatic Headlight On) adalah fitur dimana lampu utama pada motor anda akan tetap menyala secara otomatis sejak mesin motor pertama kali dihidupkan.
Pada fitur ini, fungsi saklar pada kemudi kanan yang biasa digunakan untuk menyalakan lampu utama sengaja dihilangkan. Dan diganti dengan saklar dimmer untuk mengurangi suhu panas pada lampu depan.

Manfaat Fitur AHO

Sesuai dengan komitmen kami untuk turut menjamin keselamatan berkendara Anda sekaligus mendukung program pemerintah, menyalakan lampu pada siang hari pada dasarnya akan mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian pengendara yang tidak menyadari adanya kendaraan lain di depan dan di belakangnya.
Dengan adanya sinyal lampu yang diberikan, akan memudahkan pengendara lainnya untuk memahami kondisi lalu lintas sehingga dapat mengambil tindakan yang lebih aman.

Cara Merawat Lampu AHO

  • Jangan membersihkan kaca lampu depan saat kondisi lampu masih panas
  • Jangan menutup lampu depan pada saat lampu sedang menyala dengan penutup, misalnya kain, jas hujan dan lain-lain.
  • Jangan menyalakan lampu bedekatang dengan penghalang, misalnya pintu, tembok dan lain-lain.
  • Gunakan switch dimmer (lampu dim) secara bergantian agar lampu depan lewih awet karena panas dari lampu jauh dan lampu dekat akan menyebar dan tidak dalam satu lampu saja.

Sebagian ada juga yang beranggapan bahwa lampu utama yang menyala terus menerus cenderung menghabiskan aki dan berpotensi membakar mika pelindung lampu. Tetapi fitur ini sebenarnya telah dirancang sedemikian rupa oleh pihak produsen motor dengan memperhatikan pertimbangan dari berbagai sisi.
Komitmen Honda adalah menjamin keselamatan berkendara anda sekaligus mendukung program pemerintah.

Bisakah Kita Menonaktifkan Fitur AHO

Melakukan perubahan pada lampu motor Anda seperti menambahkan saklar on/off untuk mengatur sistem AHO tidak dianjurkan karena akan menghilangkan garansi kelistrikan pada motor anda. Selain itu, hal tersebut justru akan berdampak buruk pada motor anda terutama apabila anda salah memodifikasi sistem kelistrikannya.Apabila hal tersebut akan terjadi sistem konsleting yang mana akan berpengaruh pada sistem kelistrikan yang lain.
Jadi, berkendaralah secara aman dengan motor kesayangan Anda dan tetap patuhilah peraturan lalu lintas yang berlaku.

Aksesoris Resmi Honda CBR150r

Aksesoris Honda CBR 150R

Paket aksesoris resmi  ini akan membuat Honda CBR 150R anda tampil lebih gagah dan keren.
Paket ini terdiri dari 5 macam aksesoris dibawah ini:
  • Single Seat Cowl
  • Smoke Visor
  • Fuel Lid Pad
  • Radiator Cover
  • Tank Pad
Paket aksesoris ini dijual seharga Rp. 850,000 untuk warna STD dan Rp. 900,000 untuk warna Repsol
Paket aksesoris ini tidak dijual terpisah dan kami dapat melayani pembelian untuk luar Jakarta. Biaya kirim akan dibebankan oleh konsumen. Untuk pembelian, hubungi dealer kami.

Petunjuk Pemasangan Aksesoris Honda CBR 150R

Untuk aksesoris CBR 150R sebaiknya anda memasangnya di Ahass terdekat karena cara memasangnya agak sulit pada beberapa bagian aksesoris tersebut. Tetapi apabila anda ingin mencoba memasangnya sendiri di rumah juga bisa. Anda dapat mengikuti petunjuk pemasangan aksesoris CBR 150R sebagai berikut :

Persiapan sebelum pemasangan :

1. Letakan kendaraan ditempat yang aman dan matikan mesin sebelum pemasangan.
2. Pastikan seluruh parts tersedia di dalam paket sesuai dengan perlengkapan.

Petunjuk Pemasangan :

1. Single Seat Cowl
  • Melepas seat original dengan membuka kunci seat terlebih dahulu, sampai pengunci pada seat terbuka lalu tarik dan angkat Seat original.
  • Melepas Rubber Seat Cushion original 2 pcs pada Seat original.
  • Memasang Rubber Seat Cushion original 2 pcs pada Seat Cowl.
  • Pasangkan Seat Cowl pada unit motor dengan memastikan bracket Seat Cowl tepat pada bracket unit. Kemudian dorong Seat Cowl kedepan dan tekan kebawah sampi Seat Cowl terkunci (bunyi “klik”).

2. Smoke Visor
  • Lepaskan fairing kanan dan kiri pada unit.
  • Lepaskan juga Screen, Wind dan Cowl Set Front Upper.
  • Lepaskan baut yang terdapat di dalam Screen Wind.
  • Buka Visor pada unit.
  • Pasang Smoke Visor pada unit dan kecangkan dengan baut.

3. Fuel Lid Pad
  • Bersihkan seluruh area pemasangan Fuel Lid Pad dengan menggunakan kain halus serta cairan Alcohol Swab dan pastikan area bebas dari minyak, kotoran serta debu.
  • Lepaskan dome dari liner dengan menarik plastik protector.
  • Pasang Fuel Lid Pad pada area, lalu lepaskan seluruh protector bagan atas dan pastikan posisi datumsesuai dengan area tutup bensin.
  • Berikan penekanan pada seluruh permukaan Fuel Lid Pad yang sudah terpasang pada area. Agar dapat menempel lebih kuat dan berfungsi dengan optimal. Disarankan untuk tidak menggunakan sepeda motor selama minimal 12 jam setelah pemasangan untuk memperoleh daya rekat DTF yang maksimal dan tahan lama.

4. Radiator Cover
  • Pasang Cover radiator dengan cara memasukan slot yang tersedia pada Busing yang terdapat pada Radiator di unit, pasang lalu masukan baut M6x30 mm ke lubang Busing lalu kencangkan dengan menggunakan kunci pas 8mm. Masukan baut M6x25 mm ke lubang yang terdapat pada posisi bawah radiator lalu kencangkan dengan menggunakan kunci pas 8mm.
Catatan penting:
Sebelum memasukan Bolt, mohon cek terlebih dahulu lubang bracket radiator di unit & pastikan Bolt dapat masuk dengan mudah.
  • Cek dan pastikan kembali baut telah terpasang dengan kuat agar cover radiator tidak lepas dan kendur.

5. Tank Pad
  • Bersihkan seluruh area pemasangan (Tank Pad) dengan menggunakan kain halus serta cairan Alcohol Swab dan pastikan area bebas dari minyak, kotoran serta debu.
  • Lepaskan bagian ujung-ujung Double Face Tape (DFT) yang terletak pada Tank Pad.
  • Pasang Tank Pad pada area, gunakan mal pemasangan agar hasil pemasangan sempurna. Lalu lepaskan seluruh protector bagian bawah dan pastikan posisi datum sesuai dengan area tutup bensin.
  • Berikan penekanan pada seluruh permukaan Tank Pad yang sudah terpasang pada area. Agar dapat menempel lebih kuat dan berfungsi dengan optimal. Disarankan untuk tidak menggunakan sepeda motor selama minimal 12 jam setelah pemasangan untuk memperoleh daya rekat DTF yang maksimal dan tahan lama.

Perbedaan Honda CBR Lokal dengan Thailand

10 Perbedaan Honda CBR 150R AHM dengan Honda CBR 150R Import Thailand

Perbedaan CBR 150R AHM-Dengan Import Thailand
diluncurkan pada bulan September 2014. Antusias masyarakat begitu hebatnya bisa dilihat dari pemesanan indent online yang mencapai 1500 unit dalam waktu singkat.
Honda CBR 150R AHM ini hadir menggantikan Honda CBR 150R import Thailand. Tentu didalam perubahan ini banyak pertanyaan dari anda apa saja perubahan dari kedua model ini. Mari simak 10 perbedaan antara Honda CBR 150R lokal dengan Honda CBR 150R impor Thailand berikut ini.

1. Harga

Honda CBR 150R yang pertama diimpor dari Thailand pertengahan tahun 2011 lalu cenderung dibanderol dengan kisaran harga Rp 40 jutaan. Hal ini justru bisa dikatakan jauh lebih mahal daripada All New Honda CBR 150R buatan AHM dengan harga cukup bersaing yang hanya berkisar antara Rp 28-29 juta saja.

2. Dimensi & Performa

Perbedaan CBR 150R AHM Dengan Import Thailand - Dimensi
Secara keseluruhan, ukuran fisik dari Honda CBR 150R impor Thailand dengan All New Honda CBR 150R lokal tidak jauh berbeda. Honda CBR 150R CBU memiliki ukuran panjang 1.977 mm, lebar 695 mm, tinggi 1.130 mm dan wheelbase 1.310 mm. Sedangkan All New Honda CBR 150R berukuran 1.995 mm x 711 mm x 1.117 mm serta jarak sumbu roda 1.296 mm.
Untuk urusan performa, sebenarnya kedua jenis motor di atas sama-sama memiliki kapasitas mesin 150cc, 4 valve, DOHC system, dan didukung dengan adanya transmisi manual hingga 6 percepatan. Namun, menurut uji coba yang telah dilakukan, All New Honda CBR 150R AHM cenderung lebih bertenaga daripada Honda CBR 150R impor Thailand. Hasil pengujian yang beberapa lalu dilakukan oleh PT AHM juga membuktikan bahwa All New Honda CBR 150R AHM dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 131 km/jam, atau berada 1 km/jam lebih cepat daripada Honda CBR 150R impor yang mampu mencapai 130 km/jam.

3. Fairing

Perbedaan Fairing Honda CBR 150R AHM Dan Import Thailand
Sebelah Kiri Honda CBR 150R Import Thailand. Sebelah Kanan Honda CBR 150R AHM
Secara kasat mata, ada sedikit perbedaan yang terlihat pada fairing All New CBR 150R AHM bila dibandingkan dengan CBR 150R impor Thailand. Honda CBR 150R CBU lebih terinspirasi dari model Honda VFR 1200R, sedangkan desain fairing All New Honda CBR 150R terkesan lebih dinamis dan cenderung terinspirasi dari model Honda CBR 1000RR.

4. Headlamp

Perbedaan Headlamp Honda CBR 150R AHM Import Thailand
Honda CBR 150R Import Thailand Memiliki Single Eye Headlamp Sedangkan Honda CBR 150R AHM Memiliki Dual Keen Eyes Headlight

Perbedaan mencolok lainnya terletak pada konsep headlamp yang diusung oleh masing-masing produk CBR 150R di atas. Jika pada Honda CBR 150R impor Thailand memiliki single headlamp dengan daya sekitar 60/55 Watt, beda halnya dengan All New Honda CBR 150R AHM yang didesain memiliki double headlamp (dual keen eyes) dengan kapasitas bohlam masing-masing berdaya listrik 35 Watt.

5. Muffler

Perbedaan Muffler Honda CBR 150R AHM Import Thailand
Muffler (Knalpot) Pada Honda CBR 150R Import (Kiri) dan Honda CBR 150R AHM (Kanan)
Sementara pada bagian muffler, perbedaan signifikan antara kedua jenis motor Honda di atas lebih dititikberatkan kepada desain dan fitur yang disematkan. Muffler Honda CBR 150R CBU cenderung berbentuk Midship dengan desain yang lebih pendek dan lebar, sementara All New Honda CBR 150R AHM memiliki desain yang lebih ramping dan panjang serta dilengkapi dengan dudukan untuk O2 Sensor pada bagian leher knalpot.

6. Body Frame

Perbedaan Body Frame Honda CBR 150R AHM Import Thailand
Honda CBR 150R Import Menggunakan Twin Tube Frame (Kiri) Sedangkan Honda CBR 150R AHM Menggunakan Trellis Frame (Kanan)
Mengintip lebih dalam mengenai desain frame yang menyokong bagian body motor, kali ini perbedaan antara kedua motor di atas lebih terletak pada bentuk rangka sasisnya. Honda CBR 150R impor Thailand memiliki rangka berjenis Twin Spar (Twin Tube), sedangkan All New Honda CBR 150R pabrikan AHM cenderung mengadopsi sistem rangka Trellis dengan konsep Diamond Truss yang sebelumnya sempat digunakan oleh Honda CB 150R StreetFire, namun dengan beberapa modifikasi terutama pada bagian bracket dan sub-frame.

7. Rear Suspension

Perbedaan Rear Suspension Honda CBR 150R AHM Import Thailand
Kedua tipe masih menggunakan tipe suspensi tunggal tetapi pada Honda CBR 150R AHM dilengkapi dengan sistem Pro-Link Suspension
Pada bagian suspensi belakang, Honda CBR 150R CBU masih menggunakan sistem suspensi tunggal konvensional. Sementara hal yang menarik dari hadirnya All New Honda CBR 150R AHM adalah pada bagian suspensi belakangnya sudah mengadopsi suspensi tunggal yang dilengkapi dengan fitur Pro-Link. Fitur ini diklaim mampu mendukung kinerja motor terutama pada saat terkena goncangan, sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara saat bermanuver.

8. Regulator Rectifier

Perbedaan Regulator Rectifier
Perbedaan Regulator Rectifier
Regulator Rectifier atau yang biasa dikenal dengan Voltage Regulator adalah salah satu bagian vital pada motor yang berfungsi untuk sistem kelistrikan motor tersebut. Komponen ini bekerja dengan cara mengubah arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh alternator menjadi arus searah (DC) yang digunakan untuk mengisi ulang baterai dan mengatur besarnya tegangan kelistrikan yang dihasilkan pada motor. Secara fitur maupun fungsi, kedua jenis motor Honda CBR 150R baik lokal maupun impor memiliki kesamaan yakni output 3 phase and full wave. Namun yang membedakan keduanya justru lebih kepada bentuk fisiknya yang kemungkinan besar dipengaruhi pula oleh bentuk rangka mesin yang berbeda.

9. Bank Angle Sensor

Perbedaan Pada Bank Angle Sensor
Perbedaan Pada Bank Angle Sensor
Fitur Bank Angle Sensor atau sensor rebah pada kedua jenis motor di atas memiliki perbedaan yang cukup mendasar pada bentuk fisiknya. Dalam hal ini, Honda CBR 150R impor memiliki keunggulan karena spesifikasinya yang memiliki 3 kabel dan posisinya yang berada di bagian tebeng depan motor. Sedangkan fitur BAS pada All New Honda CBR 150R lokal hanya memiliki 2 kabel dan posisinya berada di dekat sasis turbular.

10. Fuel Pump

Perbedaan Pada Fuel Pump
Perbedaan Pada Fuel Pump
Seperti yang terlihat pada gambar di atas, perbedaan signifikan yang terdapat pada kedua jenis motor Honda CBR 150R baik lokal maupun impor, bila dilihat dari komponen fuel pump-nya sebenarnya lebih terletak pada posisi filter (penyaring) BBM yang berada di dalam dan di di luar tangki bensin.

Fiat 500C

Fiat 500C




Selamat malam , kali ini otindo akan membahas tentang keluaran terbaru dari fiat yaitu Fiat 500C , hal yang paling berbeda dari mobil ini adalah transmisi yang memakai Dualogic .

Redaman yang dihasilkan oleh Fiat 500C ini termasuk keras, guncangan begitu terasa dari lari kencang , kestabilan salah satu didukung fitur keamanan Control ESC dan ASR , sayangnya performa mesin tergolong biasa saja .

lantaran sering berikir tinggi takl heran bila mesin 1400cc ini termasuk boros , untuk menempuh 14km dibutuhkan 1 liter bensin , bagaimana ? apa anda akan meminanngnya ?


Peluncuran All New Honda Oddsey

Peluncuran All-New Honda Odyssey 2015 di Filipina